Welcome To LuviLove Sites

26 July 2006

Keserasian Pasangan Mencapai Kebahagiaan

Keserasian Pasangan Mencapai Kebahagiaan
vikar


Tidak sedikit jawaban dan alasan yang terlontar dari bibir orang-orang yang hancur berantakan hubungannya, baik dengan pacar, kawan maupun isteri lantaran tidak adanya kecocokan dan keserasian di antara mereka. Hal ini dikarenakan oleh niat awal dalam mengadakan hubungan adalah untuk mencari kecocokkan dan keserasian, sedangkan mereka sendiri tidak menyadari apa itu cocok ,serasi, selaras, harmonis ataupun pantas. Dengan kata lain, adanya kerancuan dalam memaknai kata tersebut yang selalu diartikan sebagai kesamaan dan persamaan, sehingga pada saat hubungan terjalin, yang mereka dapatkan hanyalah perbedaan yang akan menjadikan mereka semakin berbeda dari sebelumnya. Akibatnya bisa menimbulkan permusuhan, perceraian dan hal yang sangat negatif. Untuk itu, sedikit gambaran dan masukan tentang keserasian agar keharmonisan hidup dalam mencapai kebahagiaan dapat teraih ataupun mendekatinya.Read more!

Dalam kamus bahasa Indonesia, arti kata serasi dan selaras berkisar antara seimbang, perpaduan, mencampur atau mengkombinasi, sedangkan kata cocok berarti memasukkan bagian ke celah-celah bagian yang lain, adapun kata pantas berarti patut atau layak dan kata pas yang sering kali diartikan sebagai cocok adalah kependekan dari kata pas-angan. Kesemua arti yang ada tidak menunjukkan pada arti persamaan dan kesamaan, namun menunjukkan bahwa persamaan dan kesamaan itu lahir karena adanya perpaduan dan keseimbangan.

Menjalin hubungan dengan orang lain, berarti memadukan atau mencampur dua budaya, watak, sifat dan latar belakang yang berbeda dalam keseimbangan untuk mencapai keharmonisan dan kebahagiaan. Tidak terlepas dari pemahaman akan perbedaan yang ada untuk saling mengisi dan melengkapi. Apabila perpaduan tersebut seimbang maka dengan sendirinya akan melahirkan keharmonisan, dan apabila tidak adanya keseimbangan maka hubungan tersebut akan menemui kegagalan dan kehancuran. Pengertian dan pemahaman akan perbedaan yang ada adalah modal utama terwujudnya keseimbangan.

Kekeliruan dalam memaknai kata serasi, selaras dan cocok akan berakibat orang tersebut tidak tegap pendirian dalam menjalin hubungan, kekanak-kanakan dalam bertindak, bahkan suka mengada-ada persamaan dengan orang lain agar terjalin hubungan. Misalanya, seorang wanita berkata, saya sukanya ini dan suka yang kaya begini, seorang pria yang ingin menjalin hubungan dengannya terpaksa harus mengada-ada kalu dia juga suka ini dan begini, padahal kenyataanya tidaklah demikian, hingga pada saat semakin eratnya hubungan, nampaklah asli batang hidungnya yang akan sangat mengecewakan dan dianggap sebagai penipuan serta pengkhianatan. Hal ini karena kecocokan diartikan sebagai kesamaan.

Perpaduan antara dua sifat, watak dan jenis yang berbeda adalah hal yang susah-susah gampang dan mungkin terkesan hal yang mustahil, namun yang perlu diingat dan selalu digarisbawahi bahwa segala sesuatu pasti mempunyai persamaan dan perbedaan yang kadarnya pun berbeda, dan segala sesuatu yang diciptakan berpasang-pasangan adalah perpaduan dua bentuk dan jenis yang sangat berbeda, atas dan bawah atau kiri dan kanan dan lainnya yang berpasangan pasti mempunyai perbedaan, perhatikan saja tangan anda dan bedakan antara yang kiri dan yang kanan, bila dicermati dengan seksama, perbedaan tersebut akan terlihat jelas. Tangan kanan akan terlihat keras berotot, kurang mulus serta banyak bercak dan noda, sedangkan tangan yang kiri terlihat manis, mulus, agak keputihan, dan terkesan manja. Padahal keduanya adalah sama jenis, bentuk dan satu bagian yang tidak bisa dipisahkan dari badan, apalagi bila pasangan tersebut bukan dari jenis, unsur dan bentuk yang sama seperti halnya langit dan bumi, contoh lain pun dapat dilihat pada anak kembar yang mana jelas dan pasti ada perbedaanya. Bila hal ini disadari, akan mempermudah untuk saling mengerti dan memahami dalam menjaga kelangsungan hubungan. Dan hasil dari perpaduan yang dilandasi oleh keseimbangan dalam artian saling mengisi, mengerti dan melengkapi inilah yang akan melahirkan adanya persamaan yang harmoni.

Seorang kekasih dan pasangannya haruslah menyadari akan hal ini agar hubungannya dapat berlangsung hingga ke perkawinan, dan seorang suami-istri haruslah mengetahui dengan benar bahwa perkawinan adalah perpaduan atau penggabungan antara dua jenis dan bentuk yang berbeda dalam mencari kesamaan untuk meraih kebahagiaan, ibarat perkawinan antara tikus dan kelinci yang melahirkan hemster. Jika hubungan tersebut hanya mencari persamaan dan kecocokan, maka selamanya tidak akan pernah terjalin hubungan, kalaupun terjalin, hal itu tidaklah akan bertahan lama, karena akan membuatnya terus dan terus mencari yang sama dan serupa dengannya, padahal tidak menyadari bahwa segala sesuatu tidaklah sama. Dan persamaan itu akan sering dijadikan alasan untuk tidak berani menjalin hubungan juga alasan sebagai dalih dalam menghancurkan hubungan. Dan sebaliknya, jika hubungan tersebut dilandasi oleh pengetahuan akan perpaduan dan keseimbangan antara dua bentuk yang berbeda maka hubungan tersebut akan menghasilkan kebahagiaan baik kepada diri sendiri maupun orang lain.

span.fullpost {display:inline;}

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home