Welcome To LuviLove Sites

22 August 2006

Hajar Jahannam

Hajar Jahannam
vikar

Hajar Jahannam atau Hajar Jannah atau sekarang populer di Athar-athar (penjual ramuan obat tradisionil) di Saudi Arabia dengan Hajar Barakah, kesemuanya adalah satu nama yang sering digunakan untuk menarik perhatian pembeli agar tertarik dan ingin mencobanya. Padahal asalnya bukanlah batu melainkan semacam getah yang diambil dari pohon tertentu yang konon kabarnya pohon tersebut hanya tumbuh di Mesir dan di India.

Getah tersebut digunakan untuk menagkal terjadinya Ejakulasi prematur atau ejakulasi dini ketika suami atau pria terlalu cepat berejakulasi (cairan sperma terlalu cepat keluar pada saat hubungan seksual), membuat istri atau pasangan mereka menderita. Dimana fungsi hajar Jahannam itu dapat menjadikan kulit penis menjadi bebal atau kebal dan mengurangi tingkat sensitivitas kulit penis di saat mondar-mandir di dalam vagina. Cara penggunaannya yaitu dengan melarutkannya dengan air hangat kemudian mengoleskan sedikit dari getah tersebut ke bagian bawah penis selama 15 menit dan setelah itu mencucinya hingga bersih sebelum melakukan hubungan intim.

Obat ini akan banyak dijumpai pada saat Musim Haji yang kebanyakan dibawa langsung oleh mahasiswa Mesir baik yang akan bertugas sebagai petugas musim maupun yang akan menunaikan ibadah haji. Tidak heran jika setiap kali penataran petugas TEMUS (tenaga musim haji), mahasiswa Indonesia yang berasal dari mesir akan sering dikhotbah dan disindir mengenai akhlakul karimah dan berdagang hajar jahannam. Namun sebagai masukan, kiranya perlu diingat bahwa mahasiswa berbuat demikian karena mempunyai alasan yang sangat masuk akal dan sangat mudah untuk ditolerir, karena semua orang pernah merasakan bagaimana menjadi mahasiswa, apalagi jika status mahasiswa yang tidak berbea-siswa, tentunya akan mencari sampingan sebagai tambahan dalam memenuhi kebutuhan. Selama hal itu tidaklah menggangu jam kerja, wajar-wajar saja untuk ditolerirkan.

Mengingat banyaknya peminat dan permintaan dari jamaah haji itu sendiri, maupun yang bukan (mukimin) kiranya hajar jahannam itu menjadi barang yang langka dan sangat laku untuk dipasarkan. Cara pemasarannya pun berbeda-beda, ada yang memasarkannya sendiri-sendiri, ada pula yang disalurkan oleh orang lain ataupun dijual langsung ke toko-toko obat, ataupun jamaah haji itu sendiri yang secara malu-malu dan sembunyi-sembunyi menanyakannya.

Ternyata masalah Ejakulasi prematur atau ejakulasi dini adalah masalah yang sangat urgen dalam perkawinan, sehingga saya berkesimpulan bahwa dengan menjual hajar jahannam adalah membantu pembeli dalam mengatasi masalah rumah-tangganya karena problem ini dipercaya menjadi alasan utama para pria membeli obat-obatan pengurang kepekaan kulit penis, yang dianggap terlalu sensitif. Di sisi lain, para pria pun menyadari, gangguan ejakulasi dini membuat istri atau pasangan mereka menderita. Terlepas dari ketidak-tahuan mereka bahwa penyebab ejakulasi dini adalah ketegangan jiwa. Setiap kali melakukan hubungan seksual, jiwa selalu tegang, sehingga saat hubungan itu berjalan, saat kenikmatan di penis mulai terasa, kantong cairan sperma (vesicula seminalis) langsung memompa, sehingga terjadilah ejakulasi.

Sayangnya, hampir semua penderita tidak mengenali atau menyadari ketegangan jiwa itu. Yang dirasakan ialah kenikmatan yang tinggi di kulit penis saat bersentuhan dengan vagina. Sehingga terpatri di pikiran, ejakulasi prematur yang mereka alami disebabkan oleh kulit penis yang terlalu sensitif. Tak heran kalau solusi awal yang muncul dalam benak para suami adalah bagaimana mengurangi sensitivitas kulit.

Padahal Hajar Jahannam atau Hajar Jannah dan Hajar barakah itu sama halnya dengan obat golongan procaine, yakni lidocaine atau xylocaine dalam bentuk cream (zalf) atau spray (semprot). Ketika melakukan kontak seksual, penis mengalami ereksi. Nah, saat ereksi itulah, kulit penis diolesi dengan obat. Buat yang tak suka model oles, tersedia juga obat semprot. Sesudah diolesi atau disemprot, hanya dalam hitungan detik, tingkat sensitivitas kulit penis sudah jauh berkurang. Jadi, walaupun penis bergesek-gesek di dalam vagina, ejakulasi menjadi lebih lama dari biasanya. Dengan lamanya ejakulasi itu diharapkan, istri ikut merasakan orgasme.

Karena digunakan di luar tubuh, keamanan obat-obat jenis ini biasanya cukup baik, Artinya, hampir tidak ada resiko berat yang harus ditanggung si pemakai. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

Pertama: Saat menggunakan obat-obatan jenis ini, “senjata” pria menjadi kurang peka. Ketika diraba dan dirangsang oleh istri, rasanya tidak akan sama seperti sebelum diolesi obat. Saat penis di dalam vagina pun, kenikmatan yang dirasakan pria ikut berkurang. Dengan kata lain, obat oles dan obat semprot berpotensi mengurangi kenikmatan dalam berhubungan seksual.

Kedua: Pemakaian obat oles mengandung resiko pada pria berusia 30 tahun ke atas. Mengapa? Pada usia itu, kenikmatan seks di kulit penis justru sangat dibutuhkan untuk membuat penis tetap “hidup” alias ereksi. Tanpa kenikmatan yang langsung dirasakan oleh penis, ereksi akan menurun. “Pistol” pun akan memble. Bila nekat dengan tetap memakai obat oles atau spray, maupun hajar jahannam, lama-kelamaan akan menyebabkan disfungsi ereksi.

Olehnya itu sadarlah sebelum membeli, artinya perhatikan umur sendiri sebelum menggunakan obat-obat tersebut, lain halnya dengan anak muda. Agar kelak tidak hanya mencemooh orang yang menjual hajar jahannam, karena yang mereka dagangkan adalah permintaan terbesar dan selalu dicari-cari oleh konsumen untuk tetap mantap “pistolnya” dan mahasiswa-mahasiswa yang menjualnya pun mencari tambahan agar tetap mantap kuliahnya.

span.fullpost {display:inline;}

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home